Senin, 25 November 2013



Hindari bertengkar di depan buah hati!


Apakah anda sering melihat anak-anak memukul dan berkelahi dengan temannya, atau mereka tidak patuh kepada orang tua? Sering berteriak dan membentak? Mengapa hal ini bisa terjadi?  Bisa jadi mereka meniru dari orang tuanya. 



Pernikahan memang penyatuan dua pribadi yang berbeda, dari pola pikir, latar belakang dibesarkan, budaya, dan prinsip. Jadi tidak heran kalau suami istri sering sekali bertengkar, terutama di masa awal pernikahan. Namun apabila Anda adalah pasangan suami istri yang sudah memiliki buah hati, apalagi masih dibawah 5 tahun, ada baiknya mulai mengurangi kebiasaan ini terutama saat Anda sedang bersama anak-anak Anda.


Menurut Henny Eunike Wirawan, psikolog sekaligus pembantu Dekan I Fakultas Psikologi Universitas Tarumanegara, Jakarta, anak yang sering melihat pertengkaran orang tuanya bisa meragukan kebahagiaan dan kedamaian yang dijanjikan sebuah ikatan perkawinan.

Tidak heran apabila belakangan ini banyak yang berpikiran untuk tidak menikah,  karena trauma yang dialaminya saat kecil. Beberapa teman saya contohnya. Selain karena zaman yang sudah modern dan sudah tidak zaman lagi menikah di usia dini, banyak teman saya berbagi kalau alasan mereka tidak mau atau menunda menikah karena trauma pernikahannya kelak akan seperti pernikahan ayah ibunya dulu. Dipenuhi dengna keributan dan pertengkaran.

Selain itu, semakin sering anak melihat orang tuanya bertengkar, anak akan kurang respect kepada orang tuanya. Orang tua yang selama ini mengajarkan banyak nilai moral a,b,c,d,e, mereka sendiri pula yang melanggarnya. Orang tua selalu mengajarkan agar si anak menghormati orang lain, bersahabat dengan semua orang, dll, namun saat anak melihat bahwa pada kenyataannya perilaku orang tuanya tidak seperti apa yang mereka ajarkan, maka anak akan semakin tidak hormat kepada anda sebagai orang tua.

Apabila anak melihat ayahnya sering mengomeli mamanya, maka si anak akan semakin tidak menghormati ayahnya, karena mereka melihat bahwa si ayah sendiri tidak menghormati ibunya.

Anak, khususnya dibawah 5 tahun mudah sekali merekam dan mencontoh apa yang dilakukan orang di sekitarnya. Plus, mereka juga memiliki daya ingat yang lebih tajam di usia tersebut. Jadi apabila Anda memberikan contoh yang buruk kepada anak Anda, maka mereka akan menirukannya. Seringkan mendengar cerita anak yang suka berkelahi dengan temannya, karena mencontoh ayahnya yang suka memukul mamanya? Ini bukan hanya kisah di sinetron, namun juga sering terjadi di dunia nyata.

Efek lainnya, anak juga bisa menjadi lebih minder. Apalagi saat mereka melihat keluarga lain yang rukun dan bahagia. Mereka akan cenderung membandingkannya dengan keadaan keluarganya yang tidak ada kedamaian. Kemudian mereka akan merasa minder dan malu, bahkan bisa tidak memperbolehkan temannya main ke rumah. Sebagian lagi memilih mengurung diri di kamar, menjauhi sumber keributan, berpura-pura tidak mendengar dan tak jarang menjadi malas di rumah.

Tidak maukan anak anda mengalami hal-hal tersebut? Mulai sekarang lebih berhati-hatilah saat mulai terjadi percikan yang akan memicu pertengkaran dengan pasangan Anda. Pertengkaran memang kadang tidak bisa dihindari, namun Anda bisa menghindari anak mendengar atau melihat hal tersebut terutama saat mereka masih kecil.

Sumber: Yahoo! She

1 komentar:

RaRe Bali Child Care mengatakan...

jika ingin buah hati kita kelak tumbuh menjadi pribadi yang memiliki toleransi dan mengedepankan musyawarah..berikanlah mereka contoh sedini mungkin.....

Poskan Komentar

Template by:

Free Blog Templates